MATRIK
Pengertian Matrik
Matriks secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan bilangan yang disusun dalam baris dan kolom.Bilangan-bilangan yang disusun pada matriks tersebut disebut dengan elemen-elemen matriks. Contoh mudah matriks dapat kamu lihat dalam ilustrasi di bawah ini:
MACAM-MACAM MATRIK
A. Matriks Baris
Matriks baris merupakan matriks yang hanya memiliki satu baris. Biasanya matriks baris berordo 1 x n.Contoh matriks baris seperti berikut :
disebut matriks baris 1 x 3.
disebut matriks baris 1 x 4.
B. Matriks Kolom
Matriks kolom merupakan matriks yang hanya satu kolom. Biasanya matriks kolom berordo m x 1.
Contoh matriks kolom seperti berikut :
Matriks B disebut matriks kolom 4 x 1.
C. Matriks Persegi atau Matriks Bujur Sangkar
Matriks persegi merupakan matriks yang memilki banyak baris & banyak kolom yang sama. Secara umum, matriks persegi berordo n x n yaitu a11, a22, ..., ann.
Contoh dari matriks persegi seperti berikut :
dengan elemen diagonal a11 dan a22.
dengan elemen diagonal a11 , a22 dan a33.
D. Matriks Nol
Contoh matriks nol seperti berikut :

E. Matriks Segitiga
Dan sebaliknya jika yang bernilai nol adalah elemen-elemen diatas elemen diagonal maka disebut matriks segitiga bawah. Dalam hal ini, juga tidak disyaratkan bahwa elemen diagonal harus bernilai tak nol.
Contoh Matriks Segitiga atas & Matriks Segitiga Bawah seperti berikut :

Matriks B adalah matriks segitiga bawah.
Matriks C adalah matriks segitiga atas dan matriks segitiga bawah.
F. Matriks Diagonal
Contoh matriks diagonal :
G. Matriks Skalar
Contoh Matriks Skalar :

H. Matriks Identitas atau Matriks Satuan
Contoh matriks indentitas seperti berikut :

I. Matriks Simetri


J. Matriks Mendatar
Matriks Mendatar adalah matriks yang banyaknya baris kurang dari banyaknya kolom.Contoh Matriks Mendatar :
K. Matriks Tegak
Matriks Tegak adalah suatu matriks yang banyaknya baris lebih dari banyaknya kolom.Contoh Matriks Tegak :
L. Matriks Transpose
Matriks transpose Am x n yang dinotasikan dengan A’ merupakan matriks berordo n x m yang mana baris-barisnya ialah kolom-kolom matriks Am x n.Contoh matriks transpose, misalkan terdapat matriks A :

OPERASI MATRIK
Penjumlahan Matriks
Operasi hitung matriks pada penjumlahan memiliki syarat yang harus dipenuhi agar dua buah matriks dapaT dijumlahkan. Syarat dari dua buah matriks atau lebih dapat dijumlahkan jika memiliki nilai ordo yang sama. Artinya, semua matriks yang dijumlahkan harus memiliki jumlah baris dan kolom yang sama.
Matriks dengan jumlah baris 3 dan kolom 4 hanya bisa dijumlahkan dengan matriks dengan jumlah baris 3 dan kolom 4. Matriks dengan jumlah baris 3 dan kolom 4 tidak bisa dijumlahkan dengan matriks dengan jumlah baris 4 dan kolom 3. Kesimpulannya, jumlah baris dan kolom antar dua matriks yang akan dijumlahkan harus sama.
Operasi hitung penjumlahan matriks memenuhi sifat komutatif, asosiatif, memiliki matriks identitas matriks nol, dan memiliki lawan matriks. Lawan matriks A adalah matriks
, di mana elemen-elemen matriks
merupakan lawan dari elemen-elemen matriks A. Secara ringkas, sifat operasi penjumlahan matriks dapat dilihat pada gambar di bawah.
Selanjutnya, kita akan mempelajari cara melakukan operasi hitung penjumlahan dua buah matriks. Penjelasan akan diberikan dalam bentuk contoh soal secara umum.
Contoh cara melakukan operasi penjumlahan pada matriks:
Pengurangan Matriks
Seperti halnya operasi hitung penjumlahan matriks, syarat agar dapat mengurangkan elemen-elemen antar matriks adalah matriks harus memiliki nilai ordo yang sama. Cara melakukan operasi pengurangan pada matriks dapat dilihat seperti cara di bawah.
Cara melakukan operasi pengurangan dua matriks tidak jauh berbeda dengan penjumlahan matriks. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal pengurangan matriks secara umum yang akan diberikan di bawah.
Contoh cara melakukan operasi pengurangan pada matriks:

Perkalian Matriks
Pembahasan operasi hitung matriks selanjutnya yang akan dibahas adalah perkalian matriks. Perkalian matriks yang akan dibahas di bawah adalah perkalian matriks dengan skalar dan perkalian matriks dengan matriks. Selengkapnya simak operasi hitung perkalian matriks di bawah.Perkalian Matriks dengan Skalar
Cara melakukan operasi skalar pada matriks adalah dengan mengalikan semua elemen-elemen matriks dengan skalarnya. Jika k adalah suatu konstanta dan A adalah matriks, maka cara melakukan operasi perkalian skalar dapat dilihat melalui cara di bawah.
Cara melakukan perkalian matriks dengan skalar cukup mudah dilakukan. Contoh soal cara melakukan perkalian matriks yang akan diberikan di bawah akan menambah pemahaman sobat idschool.
Contoh cara melakukan operasi perkalian skalar pada matriks:
Diketahui konstanta k = 2 dan sebuah matriks A dengan persamaan seperti di bawah.
![Rendered by QuickLaTeX.com \[ \textrm{A} \; = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \\ 5 & 6 \\ 7 & 8 \end{bmatrix}\]](https://idschool.net/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-503b41011c0fecdf9e590e018e9aca91_l3.png)
![Rendered by QuickLaTeX.com \[ k\textrm{A} \; = 2 \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \\ 5 & 6 \\ 7 & 8 \end{bmatrix}\]](https://idschool.net/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-c6b72ab234ed577aa25c0d25e90982d2_l3.png)
![Rendered by QuickLaTeX.com \[ k\textrm{A} \; = \begin{bmatrix} 2 & 4 \\ 6 & 8 \\ 10 & 12 \\ 14 & 16 \end{bmatrix}\]](https://idschool.net/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-5d44d7736da3699d6a20ae4e0d75e894_l3.png)
Uraian selanjutnya adalah cara melakukan perkalian dua matriks.
Operasi Perkalian Dua Matriks
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, syarat dua buah matriks dapat dikalikan jika memiliki jumlah kolom matriks pertama yang sama dengan jumlah baris matriks ke dua. Ordo matriks hasil perkalian dua matriks adalah jumlah baris pertama dikali jumlah kolom ke dua.
Matriks A memiliki jumlah kolom sebanyak m dan jumlah baris r, matriks B memiliki jumlah kolom sebanyak r dan jumlah baris m, hasil perkalian matriks A dan B adalah matriks C dengan jumlah kolom m dan jumlah baris n.

Sebelum mengulas cara melakukan operasi perkalian dua buah matriks, sebaiknya kita perlajari dahulu sidat-sifat operasi perkalian dua matriks. Sifat-sifat operasi perkalian matriks meliputi sifat asosiatif, distributif, dan memiliki matriks identitas I. Sifat-sifat operasi perkalian matriks dapat dilihat pada gambar di bawah.

Sifat-sifat matriks di atas dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan dalam melakukan operasi hitung matriks.
Sekarang, pembahasan kita masuk pada perkalian dua matriks. Untuk pembahasan pertama kita akan mempelajari cara melakukan perkalian matriks dengan ukuran 2
2 dan matriks dengan ukuran 2
1.Proses cara melakukan operasi perkalian matriksdengan ukuran 2
2 dan matriks dengan ukuran 2
1 dapat disimak pada pembahasan di bawah.Diketahui:
![]()
![]()
Perkalian dua matriks
dapat diperoleh dengan cara di bawah.

Selanjutnya adalah perkalian dua matriks. Kedua matriks yang akan dioperasikan sama-sama berukuran 2
2. Selengkapnya, simak pembahasan di bawah.Diketahui:
![]()
![]()
Maka perkalian dua matriks
dapat diperoleh dengan cara di bawah.

Untuk lebih jelasnya akan ditunjukkan dari contoh soal operasi perkalian dua matriks seperti yang ditunjukkan di bawah.
Diketahui:
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
SOAL DAN PEMBAHASAN
1. Diketahui sebuah matriks

maka hasil perhitungan dari x+2xy+y = …..
Jawab:
Pertama, Anda harus menulis bentuk F+A-C seperti di bawah ini.

Dari bentuk matriks di atas, Anda dapat membentuk sebuah persamaan sesuai dengan baris dan kolom pada kedua ruas seperti 6+x = 8.
Dari persamaan ini, didapatkan nilai x=2. Kemudian Anda dapat memasukkan nilai tersebut pada persamaan 2 – y = -x atau y+6 = 5x. Sehingga di dapatkan nilai y adalah 4.
2. Diketahui sebuah matriks

Jika X+Y = M. Maka tentukan nilai a+b = …
Jawab:
Sama seperti soal sebelumnya, Anda harus menambahkan kedua matriks mengikuti persamaan yang diberikan seperti berikut ini.

Dari hubungan matriks pada kedua ruas memiliki posisi yang sama, maka Anda dapat secara langsung membentuk sebuah persamaan 2 + 3a = 8, sehingga di dapatkan nilai a = 2.
Hal ini juga Anda lakukan pada persamaan -2b – 2 = 10, sehingga nilai b = -6. Maka hasil a+b adalah 2 + (-6) = -4.
3. Jika matriks dan
saling invers, tentukan nilai x!
Pembahasan:
Diketahui bahwa kedua matriks tersebut saling invers, maka berlaku syarat AA-1 = A-1A = I.
Sehingga:
Sehingga pada elemen baris ke-1 kolom ke-1 memiliki persamaan:
9(x – 1) – 7x = 1
9x – 9 – 7x = 1
2x = 10
x = 5
4. Suatu perkalian matriks menghasilkan matriks nol. Tentukan nilai x yang memenuhui persamaan tersebut!
Pembahasan:
Maka nilai x yang memenuhi adalah x1 = 2 dan x2 = 3.
5. Diketahui suatu persamaan matriks berikut

Tentukan nilai 3x – 2y = ….
Jawab:
Untuk mengerjakan soal ini, Anda harus mengalikan angka 3 pada matriks pertama sehingga di dapatkan hasil

Hasil matriks ini kemudian Anda tambahkan dengan matriks kedua untuk mendapatkan hasil akhir seperti di ruas kanan.

Anda dapat menambahkan baris dan kolom yang sama pada kedua matriks di ruas kiri seperti di bawah ini.

4x – 4 = 8, sehingga didapatkan nilai x = 3.
2y + 3 = 13, sehingga didapatkan nilai y = 5.
Maka nilai 3x – 2y adalah 3(3) – 2(5) = -1
SUMBER:
https://rumuspintar.com/matriks/
https://blog.ruangguru.com/mengenal-matriks-dalam-matematika-pengertian-jenis-dan-transpose
https://www.bachtiarmath.com/2020/02/jenis-jenis-matriks_6.html
https://idschool.net/sma/operasi-hitung-penjumlahan-pengurangan-perkalian-matriks/
https://www.studiobelajar.com/matriks-perkalian-determinan-invers/


Komentar
Posting Komentar